VHDL #6: Parameter Generic dalam Pemrograman VHDL

December 19, 2025

 

Sahabat Robonesia, parameter GENERIC dalam pemrograman VHDL merupakan mekanisme yang memungkinkan pengguna untuk menentukan nilai-nilai yang akan digunakan oleh suatu komponen (entitas) program VHDL tanpa perlu mengubah arsitektur atau kode internal komponen tersebut.

 

6.1 Pengertian Parameter GENERIC

Parameter GENERIC adalah parameter yang didefinisikan dalam entitas suatu komponen VHDL. Parameter ini digunakan untuk menentukan nilai-nilai yang akan mempengaruhi perilaku komponen tersebut, dimana nilai-nilai tersebut dapat diubah saat komponen di-instantiasi dalam suatu desain, tanpa perlu mengubah kode sumber komponen. Dengan menggunakan parameter GENERIC, desain menjadi lebih fleksibel dan dapat digunakan kembali (reusable) untuk berbagai keperluan dengan konfigurasi yang berbeda.

 

6.2 Syntax Pembuatan Parameter GENERIC

Pernyataan GENERIC, jika digunakan, harus dideklarasikan dalam ENTITY. Parameter yang ditentukan kemudian akan benar-benar menjadi parameter global. Artinya, dapat dilihat dan diakses oleh seluruh bagian desain program VHDL, termasuk ENTITY itu sendiri. Syntax-nya sebagai berikut:

 

6.3 Langkah-Langkah Pembuatan Parameter GENERIC

Step 1: Deklarasi Parameter GENERIC.

Parameter GENERIC dideklarasikan di dalam bagian entitas suatu program VHDL. Nilai-nilai parameter GENERIC dapat berupa integer, waktu, atau tipe data lainnya.

Step 2: Penggunaan GENERIC dalam Arsitektur.

Nilai-nilai parameter GENERIC digunakan dalam arsitektur untuk menentukan perilaku komponen.

Contoh:

Step 3: Instantiasi dengan Parameter GENERIC.

Saat meng-instantiasi komponen, nilai-nilai parameter GENERIC dapat diubah sesuai kebutuhan desain.

Contoh:

 

6.4 Contoh Lengkap Penggunaan Parameter GENERIC

Berikut adalah contoh lengkap penggunaan parameter GENERIC dalam pemrograman VHDL untuk membuat komponen counter yang dapat diatur lebar datanya:

 

6.5 Manfaat Penggunaan Parameter GENERIC

  • Reusabilitas: Komponen dapat digunakan kembali dengan konfigurasi yang berbeda tanpa perlu mengubah kode sumber.
  • Fleksibilitas: Memungkinkan komponen untuk menyesuaikan diri dengan kebutuhan desain yang berbeda.
  • Kemudahan Perawatan: Perubahan pada komponen dapat dilakukan hanya dengan mengubah nilai-nilai parameter GENERIC, tanpa perlu memodifikasi kode internal.

 

6.6 Batasan Penggunaan Parameter GENERIC

Dalam penggunaan parameter GENERIC dalam pemrograman VHDL terdapat keterbatasan sebagai berikut:

  • Parameter Statis: Nilai-nilai GENERIC tidak dapat diubah setelah komponen di-instantiasi.
  • Synthesizability: Beberapa alat sintesis mungkin memiliki keterbatasan dalam menangani GENERIC yang rumit atau dinamis.
  • Kompatibilitas: Pastikan bahwa semua nilai GENERIC yang ditentukan didukung oleh alat sintesis yang digunakan.

 

Author

Taufiq Dwi Septian Suyadhi

Degrees from electronics and industrial engineering. Enthusiast on electronics, embedded systems, and robotics. Motivation: “Never ending learning and sharing valuable knowledge to the others”.

Leave a Reply

Post Related

error: Content is protected !!